Sistem Informasi Manajemen

 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Pengantar Sistem Informasi

 

 

Disusun Oleh :

Nur Azizah (43217120170)

 

 

Sistem Informasi Manajemen

Sabtu / M-710

Yananto Mihadi Putra, S.E., M.Si., CMA

 

 

 

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA 2021
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Disusun Oleh : NUR AZIZAH – 43217120170

Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, S.E., M.Si., CMA

 

Abstrak

Sistem informasi manajemen atau SIM adalah sistem perencanaan bagain dari pengendalian internal suatu bisnis yang bisa meliputi pemanfaatan sumber daya manusia, dokumen, informasi, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah yang terdapat dalam kegiatan bisnis seperti biaya produksi, layanan, atau suatu strategi bisnis.

A management information system or MIS is a planning system part of the internal control of a business which can include the use of human resources, documents, information, technology, and procedures by management accounting to solve problems contained in business activities such as production costs, services, or a strategy business.


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Definisi Sistem informasi manajemen

Sebuah sistem merupakan piranti penting dan sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan atau instansi resmi. Hal ini karena dengan adanya sistem yang terintegrasi, kinerja suatu perusahaan atau instansi akan lebih terarah dan sistematis. Namun untuk mendapatkan dampak positif dari penggunaan sistem, semua unsur – unsur yang terkait didalamnya harus berkerja sama guna mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Menurut Jogiyanto,2005:1 (Dalam Buku Analisa dan Desain Sistem Informasi ) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Menurut Edhy Sutanta, 2009: 4 Sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Sistem mempunyai karakteristik atau sifat – sifat tertentu, yaitu : Komponen Sistem, Batasan Sistem, Lingkungan Luar Sistem, Penghubung Sistem, Masukan Sistem, Keluaran Sistem, Pengolahan Sistem dan Sasaran Sistem.

 

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana konsep dasar sistem informasi?

2. Apa saja komponen sistem informasi?

3. Apa saja jenis-jenis dari sistem informasi?

4. Bagaimana pengembangan sistem informasi?

5. Bagaimana implementasi sistem informasi pada suatu perusahaan?

 

C. Tujuan

Tujuan dari penulisan ini adalah

1. Untuk mengetahui konsep sistem informasi

2. Agar pembaca mengetahui komponen sistem informasi

3. Agar pembaca mengatahui jenis-jenis dari sistem informasi

4. Agar pembaca mengatahui sejauh mana sistem informasi berkembang

5. Agar pembaca dapat mengetahui implementasi sistem informasi di sebuah perusahaan

 

 

LITERATUR TEORI

1. Pengertian Sistem

Menurut Abdul Kadir (2014:61) bahwa “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut Sutabri (2012:3) bahwa “Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari suatu unsur, komponen, atau variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu”.

Menurut Sutarman (2012:13) bahwa “Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama”.

Menurut Fatansyah (2015:11) bahwa “Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi dan tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses tertentu”.

 

2. Pengertian Informasi

Menurut Gordon B. Davis (1991: 28), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.

Menurut Jogiyanto HM., (1999: 692), informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Menurut Raymond Mc.leod menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang.

 

3. Pengertian Sistem Informasi

Sebuah sistem tidak dapat berjalan tanpa adanya support atau dukungan operasi dan managemen yag meliputi kombinasi teknologi informasi dan beragam aktivitas manusia yang berperan sebagai pengguna teknologi itu sendiri. Berikut beragam pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli :

l Menurut Gordon B. Davis (1991: 91)

Sistem informasi adalah suatu sistem yang menerima input atau masukan data dan instruksi, mengolah data sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan hasilnya.

l Menurut John F. Nash (1995: 8)

Sistem informasi adalah Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi yang penting, proses transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.

l Menurut Kertahadi (2007)

Sistem informasi adalah alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dalam perencanaan, memulai, pengorganisasian, operasional sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.

l Menurut Rommey (1997: 16)

Sistem informasi yang diselenggarakan cara untuk mengumpulkan, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan terorganisir cara untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi dengan cara yang suatu organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

 


PEMBAHASAN

KOMPONEN SISTEM

Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat-sifat sistem yang menjalan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

Terdapat enam blok yang saling berinteraksi satu dengan lainnya yang membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaran yaitu:

1. Komponen input

Merupakan bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan yang digunakan sebagai komponen penggerak/ menangkap data/ pemberi tenaga dimana sistem itu dioperasikan atau yang akan dimasukan yang berupa dookumen-dokumen dasar. Input/ masukan dapat berasal dari luar/ dalam organisasi. Komponen penggerak tersebut terbagi 2 kelompok:

l Maintenance input

Energi yang dimasukan supaya sistem dapat beoperasi. (Contoh: dalam mengambil keputusan, maka maintenance inputnya adalah team manajemen, personil utama pengambilan keputusan)

l Signal input

Energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Dalam sistem pengambilan keputusan tersebut, maka signal inputnya adalah informasi yang menunjang.

2. Komponen proses

Komponen dalam sistem yang melakukan pengolahan input untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Contoh kegiatan tersebut: klasifikasi, peringkasan,pencarian data,organisasi data, dll. Contoh sistem pengambilan keputusan yang harus melibatkan semua sub sistem yang terkait co: bagian keuangan.

3. Komponen output

Komponen hasil pengoperasian dalam suatu sistem, sistem pengambilan keputusan

4. Komponen kendala

Komponen yang berisiko aturan atau batas – batas yang berlaku. Akan membuat tujuan menjadi lebih bermanfaat. Adanya suatu kendala atau batasan yang jelas, akan mampu mengidentifikasi apa yang harus diantisipasikan dalam mencapai tujuan sistem.

5. Komponen kontrol

Komponen pengawas dan pelaksanaan proses pencapaian tujuan. Kontrol ini dapat berupa kontrol pemasukan input, pengeluaran data, pengoperasian, dll.

6. Komponen umpan balik

Komponen yang memberikan respon atau berjalannya  suatu sistem. Kegiatan tersebut seperti perbaikan atau pemeliharaan sistem.

 

Kualitas informasi tergantung pada empat hal yaitu :

Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen akurat meliputi :

l Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

l Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran.

l Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.

Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.

Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.

Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.


Komponen Sistem Informasi

Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu :

l Blok masukan

Mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.

l Blok model

Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

l Blok keluaran

produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.

l Blok teknologi

Merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem). Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program). Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti: keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)

l Blok basis data

Merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

l Blok kendali

Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.


Hambatan dan tantangan implementasi Sistem Informasi Manajemen

Dari hal-hal yang telah dijabarkan ada beberapa hal yang bisa menghambat dalam penerapan sistem informasi manajemen, diantaranya,

l Kurangnya sarana yang memadai untuk penyebaran informasi yang berhubungan dengan perusahaan ataupun kegiatan bisnis perusahan, hal ini mungkin saja terjadi jika perusahan memang kekurangan sarana seperti komputer sebagai alat perantara perluasan informasi

l Kurangnya ilmu pengetahuan, tidak dapat dipungkiri masih banyak perusahaan yang masih menggunakan metode lama untuk memperluas informasi. Kurang update dengan teknologi ini harus diatasi agar perusahaan lebih cepat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat lebih cepet mengambil keputusan.

l Kurangnya kemampuan organisasi mengelola data secara efektif yang dijadikan sebagai sumber  yang penting. Jadi dalam mengelola data tidak hanya tergantung pada perangkat keras  dan perangkat lunak komputer saja, tetapi juga tergantung pada kemampuan seseorang dalam pengolahan data.


KESIMPULAN

Jadi kesimpulan dari makalah kali ini adalah

Sistem adalah hal kumpulan unsur, yang saling berhubungan untuk menjalankan suatu proses dan untuk mencapai tujuan yang telah diharapkan.

Informasi adalah data yang belum diolah atau sudah dioleh yang kemudian disebarkan dengan tujuan agar orang lain mendapatkan pengetahuan dari data yang telah diberikan.

Sistem informasi adalah kombinasi dari unsur buatan manusia dengan data yang kemudian menjadi satu kesatuan untuk mempermudah setiap orang untuk mendapatkan data tersebut, data yang disebarluasakan dengan menggunakan sistem informasi akan memberikan banyak manfaat kepada pengguna sistem informasi tersebut.

Dalam mengelola data, informasi yang didapat harus memiliki 4 kualitas yakni:

Akurat, data yang didapat harus bebas dari keselahan dan data hoax.

Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab jika informasi didapatkan telambat maka itu akan menyulitkan pengguna informasi untuk mengambil keputusan. Contohnya laporan keuangan.

Relevan, informasi yang dimiliki sebaiknya memberikan manfaat bagi penerimanya. contohnya: permasalahan mengenai penjualan, tidak akan relevan jika informasi tersebut diberikan ke pihak pembelian.

Ekonomis, informasi yang didapatkan harus memiliki manfaat yang lebih besar, dibanding dengan biaya mendapatkan informasi tersebut.

Hambatan dalam mengimplementasikan sistem informasi yakni, kurangnya sarana dan kurangnya pengetahuan untuk mengelola data. Hal tersebut dapat diatasi dengan memenuhi kebutuhan komputer hingga koneksi internet. Dan pemberian penyuluhan dan tranning tentang penggunaan sistem informasi secara maksimal untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

 


DAFTAR PUSTAKA

"Putra, Y. M. (2018). Pengantar Sistem Informasi. Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta".

"Putra, Y. M. (2019). Analysis of Factors Affecting the Interests of SMEs Using Accounting Applications. Journal of Economics and Business, 2(3)".

"Hanifah, S., Sarpingah, S., & Putra, Y. M. (2020). The Effect of Level of Education, Accounting Knowledge, and Utilization Of Information Technology Toward Quality The Quality of MSME’s Financial Reports. In The 1st Annual Conference Economics, Business, and Social Sciences (ACEBISS) 2019, 1(3) (Vol. 1, No. 3)"

https://dosenit.com/kuliah-it/sistem-informasi/pengertian-sistem-informasi-menurut-para-ahli

https://herlinnairine.wordpress.com/2014/11/02/komponen-komponen-elemen-dari-sistem/

https://www.sepriano.ceritadosen.com/2020/10/hambatan-dan-tantangan-dalam.html  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (13)

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (15)

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (14)