SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (11)

 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 E-Commerce: Pasar Digital dan Barang Digital

Disusun Oleh : Nur Azizah – 43217120170

Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, S.E., M.Si., CMA

Abstrak

E-commerce merujuk pada penggunaan dari internet dan web untuk bertransaksi bisnis. Secara lebih formal, e-commerce adalah tentang menyediakan transaksi komersial secara digital baik antar dan antara organisasi dan individual. Hal ini berarti bahwa transaksi komersial yang terjadi pada internet dan web melibatkan pertukaran nilai (misal:uang) melintasi batasan organisasi atau individu sebagai imbal hasil dari produk dan jasa.

E-commerce refers to the use of the internet and the web to transact business. More formally, e-commerce is about providing digital commercial transactions both between and between organizations and individuals. This means that commercial transactions that occur on the internet and the web involve the exchange of value (eg money) across organizational or individual boundaries in return for products and services.


PENDAHULUAN

E-commerce dimulai sejak tahun 1995, saat salah satu portal internet pertama, Netscape.com, menerima iklan pertama dari korporasi utama dan mempopulerkan ide bahwa web bisa digunakan sebagai media baru untuk iklan dan penjualan. Tidak ada seorang pun yang mengira pada saat itu apa yang akan berubah menjadi sebuah kurva pertumbuhan eksponen untuk penjualan ritel e-commerce, yang akan menjadikannya dua kali dan tiga kali lipat lebih besar pada awal-awal tahun. E-commerce tumbuh pada tingkatan dua digit sampai pada resesi tahun 2008-2009 saat pertumbuhan menurun dengan sangat lamban. Pada kenyataannya, pada saat masa resesi, e-commerce merupakan satu-satunya segmen bisnis ritel yang masih tumbuh stabil.

Beberapa peritel online mencatat prestasi yang bagus: Pendapatan Amazon pada tahun 2009 meningkat sebesar 25 persen dibandingkan dengan penjualan pada tahun 2008. Meskipun penurunan pertumbuhan secara berkelanjutan telah terjadi pada tahun 2012, jumlah pembeli online meningkat sebesar 5 persen ke angka 150 juta, dan jumlah transaksi ritel online meningkat sebesar 7 persen. Penjualan Amazon tumbuh ke angka $48 miliar pada tahun 2011, meningkat secara luar biasa sebesar 41 persen dibandingkan tahun 20l0.

 


LITERATUR TEORI

Pada tahun 2006, pendapatan e-commerce kembali pada tingkat pertumbuhan yang kuat, dan berlanjut menjadi industri penjualan ritel dengan bentuk pertumbuhan yang paling cepat di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

· Penjualan secara online diestimasikan tumbuh $362 miliar pada tahun 2012, sebuah peningkatan lebih dari 15 persen dari tahun 2010 (termasuk layanan travel dan pengunduhan digital), dengan 150 juta orang yang membeli secara online dan 34 juta orang lainnya berbelanja dan mengumpulkan informasi, tetapi tidak melakukan pembelian (eMarketer, 2012a).

· Jumlah individu yang online dari semua tingkatan usia di Amerika Serikat secara meluas menjadi 239 juta pada tahun 2012, meningkat dari 147 juta dari tahun 2004. Di dunia, lebih dari 2,3 miliar orang yang terkoneksi dengan internet. Pertumbuhan dari keseluruhan populasi internet telah memengaruhi pertumbuhan signifikan dalam e-commerce (eMarketer, 2012b).

· Sekitar 82,5 juta rumah tangga memiliki akses internet broadband pada tahun 2012, merepresentasikan sekitar 69 persen dari keseluruhan rumah tangga yang ada (96 persen dari semua rumah tangga yang memiliki internet memiliki akses broadband).

· Sekitar 122 juta penduduk Amerika saat ini mengakses internet dengan menggunakan smartphone seperti iPhone, Android, atau Blackberry. E-commerce mobile telah memulai pertumbuhan yang cepat berdasarkan aplikasi, nada dering (ringtones), pengunduhan hiburan, dan jasa berbasis lokasi. E-commerce mobile akan bertambah hingga sekitar $11,7 miliar pada tahun 2012 (estimasi kasar, dua kali lipat dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010) Amazon diperkirakan menjual $1,5 miliar barang-barang ritel pada pengguna layanan mobile pada tahun 2011. Dalam beberapa tahun, telepon mobile akan menjadi perangkat yang paling umum untuk mengakses internet. Sekarang ini, setengah dari pengguna telepon mobile mengakses internet dari telepon mereka.

· Pada hari-hari biasa, diperkiakan 158 juta orang dewasa pengguna internet di Amerika Serikat online menggunakan media internet. Sekitar 114 juta mengirimkan surel, 114 juta menggunakan mesin pencari (search engine), dan 87 juta mengakses berita. Sekitar 93 juta menggunakan jejaring sosial, 46 juta menggunakan online banking, 54 juta menonton video online, dan 33 juta mencari informasi di Wikipedia (Pew Internet & American Life Project, 2012).

· E-commerce B2B (bisnis-ke-bisnis) menggunakan internet untuk penjualan bisnis-ke-bisnis dan kolaborasi di antara rekan bisnis, meningkat di angka lebih dari $4,1 triliun.

Revolusi e-commerce masih terbentang luas. Individu dan bisnis akan semakin meningkat dalam penggunaan internet untuk melakukan bisnis karena lebih banyak produk dan jasa hadir secara online dan rumah tangga berganti menggunakan telekomunikasi broadband lebih banyak industri akan ditransformasikan oleh e-commerce, termasuk reservasi travel, musik dan hiburan, berita, perangkat lunak aplikasi, pendidikan, dan keuangan.

 

 


PEMBAHASAN

E-commerce (Elektronik Commerce) atau dalam bahasa indonesia Perdagangan Secara Elektronik adalah aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran produk (barang dan jasa), dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya.

Secara sederhana e-commerce adalah proses pembelian maupun penjualan produk secara elektronik. e-commerce sendiri makian kian berkembang beberapa tahun belakangan ini dan secara perlahap menggantikan toko tradisional (Offline).

Dengan berbagai definisi tentang E-commerce. Maka, beberapa ahli yang menjelaskan tentang apa itu E-commerce adalah sebagai berikut :

Kalakota dan Whinston

Menurut mereka Pengertian E-commerce adalah aktivitas beIanja online dengan menggunakan jaringan internet dan cara transaksinya melaIui transfer uang secara digital. meninjau pengertian E-Commerce dari empat perspektif, yaitu :

· Perspektif komunikasi, E-Commerce ialah sebuah proses pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui komputer ataupun peralatan elektronik lainnya.

· Perspektif proses bisnis, E-Commerce merupakan sebuah aplikasi dari suatu teknologi menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.

· Perspektif layanan, E-Commerce ialah suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, manajemen, dan konsumen untuk mengurangi biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman

· Perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual produk atau barang serta informasi melalui layanan internet maupun sarana online yang lainnya

Loudon

Menurut Loudon pengertian E-Commerce adalah suatu proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh pembeli dan penjual secara elektronik dari perusahaan ke perusahaan lain. Dalam transaksi tersebut menggunakan komputer sebagai perantaranya.

Shely Cashman

Menurut Shely Cashman E-commerce merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik, seperti internet.

Jony Wong

Menurut Jony Wong pengertian dari electronic commerce adalah pembelian, penjualan dan pemasaran barang / jasa melaIui sistem elektronik.

Fitur-fitur unik dari internet dan web sebagai media komersial. Mari kita bahas setiap fitur-fitur unik tersebut secara detail.

· Ada di Mana-Mana

Di dalam bisnis tradisional, pasar adalah sebuah tempat yang tampak secara fisik, seperti toko ritel yang Anda kunjungi untuk melakukan transaksi bisnis. E-commerce berada di mana-mana pada setiap waktu. Hal ini memungkinkan Anda untuk berbelanja dari dekstop Anda, di rumah, di kantor, atau bahkan mungkin saat Anda di dalam mobil sekalipun dengan menggunakan smartphone. Hasil nya disebut ruang pasar (marketspace) sebuah ruang pasar yang diperluas melebihi batasan-batasan pasar tradisional dan bergeser dari sebuah lokasi yang bersifat sementara dan ada secara geografis.

Dari sudut pandang konsumen, keberadaan e-commerce yang bisa tersedia dimanapun akan mengurangi biaya transaksi (transaction costs) biaya yang dikeluarkan untuk terlibat dalam pasar. Untuk bertransaksi bisnis, tidak lagi relevan jika Anda menghabiskan waktu atau uang untuk pergi ke pasar, dan lebih sedikit usaha mental yang Anda butuhkan untuk melakukan pembelian.

· Jangkauan Global

Teknologi e-commerce memungkinkan transaksi komersial lintas budaya dan bangsa untuk mempermudah dan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan daripada bisnis dengan konsep tradisional. Sebagai hasilnya, besarnya potensi pasar untuk e-commerce secara kasar sama dengan besarnya populasi pengguna internet online di dunia (diestimasikan lebih dari 2 miliar).

Sebaliknya, sebagian besar bisnis tradisional adalah yang bersifat lokal atau regional­ termasuk penjual lokal atau penjual nasional dengan gerai lokal. Televisi, stasiun radio dan koran, misalnya, merupakan institusi lokal dan regional yang utama dan terbatas, namun sangat kuat, jaringan nasional yang bisa menarik massa secara nasional, tetapi tidak mudah untuk diaplikasikan untuk menarik massa secara global.

· Standar Universal

Satu fitur yang sangat menarik dari teknologi e-commerce adalah standar teknis dari internet, dan oleh karena itu standar teknis untuk menjalankan e-commerce adalah standar yang universal atau sama di belahan dunia mana pun.  Mereka berbagi kepada seluruh bangsa yang ada di dunia dan memungkinkan komputer terkoneksi ke sebuah tautan dengan komputer mana pun tanpa menghiraukan fondasi teknologi yang digunakan oleh masing-masing komputer tersebut. Sebaliknya, sebagian besar teknologi bisnis tradisional berbeda dari satu bangsa dengan bangsa yang lainnya. Contohnya, standar televisi dan radio berbeda di seluruh dunia, dan begitu pula teknologi telepon.

Standar teknis universal dari internet dan e-commerce sangat menurunkan biaya masuk pasar (market entry cost) biaya yang harus dikeluarkan penjual untuk menghadirkan barangnya di pasaran. Di saat yang sama, bagi konsumen, standar yang universal mengurangi biaya pencarian (search cost) biaya dalam mencari barang/jasa yang sesuai.

· Kaya Manfaat

Kaya manfaat (richness) informasi mengacu pada kompleksitas dan isi pesan. Pasar tradisional, tenaga penjual nasional, dan toko ritel kecil memiliki sifat kaya manfaat yang baik. Mereka dapat memberikan pelayanan secara pribadi, bertatap muka dengan menggunakan indera pendengaran dan penglihatan ketika melakukan penjualan. Sifat kaya manfaat dari pasar tradisional membuatnya sangat kuat dalam lingkungan komersial. Sebelum web berkembang, terdapat pertukaran (trade off) antara sifat kaya manfaat dan jangkauan: semakin besar audiens yang dapat dijangkau, pesan yang dihasilkan semakin tidak kaya manfaat. Web membuat kita dapat menghasilkan pesan yang kaya manfaat dengan teks, audio, dan video secara serempak ke sejumlah besar orang.

· lnteraktif

Berbeda dengan teknologi iklan pada abad ke dua puluh, dengan pengecualian pada telepon, teknologi e-commerce merupakan teknologi yang interaktif, artinya teknologi ini memungkinkan komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli. Contohnya, televisi tidak bisa bertanya kepada pemirsanya atau memasukkannya ke dalam pembicaraan yang sedang ditayangkan, serta tidak bisa meminta informasi konsumen dimasukkan ke dalam suatu format tertentu. Sebaliknya, semua kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan situs web e-commerce. Interaktif memungkinkan penjual online untuk menarik konsumen dengan cara yang mirip dengan penawaran secara langsung dengan bertatap muka, namun dengan jumlah yang besar dan skala global.

· Kepadatan lnformasi

Internet dan web sangat meningkatkan kepadatan informasi (information density) keseluruhan jumlah dan kualitas informasi yang tersedia untuk semua pihak yang terlibat di pasar, seperti konsumen dan penjual. Teknologi e-commerce mengurangi koleksi, penyimpanan, serta pemrosesan informasi, serta biaya komunikasi. Namun, secara signifikan meningkatkan nilai, akurasi, dan ketepatan informasi.

Kepadatan informasi di dalam pasar e-commerce membuat harga dan biaya menjadi transparan. Transparansi harga (price transparency) mengacu pada kemudahan konsumen dalam menemukan variasi harga di dalam pasar; transparansi biaya (cost transparency) mengacu pada kemampuan konsumen dalam menemukan biaya aktual yang dibayar oleh penjual untuk mendapatkan suatu produk mengubah harga dari banyak barang berdasarkan waktu yang tersedia dalam sehari, permintaan barang, dan pengguna prioritas yang, mengunjungi situs mereka.

Metode Pembayaran E-Commerce

Untuk masalah pembayaran, ada beberapa metode yang sering digunakan dalam E-Commerce, yaitu :

· Pembayaran Elektronik

Pembayaran dengan metode ini menggunakan internet banking, kartu kredit/debit, atau dengan uang digital yang sudah beredar seperti Go-Pay, Ovo, Link aja, Dana, dan lainnya.

· Pembayaran Cash On Delivery ( Cash On Delivery )

Transaksi pembayaran dengan metode ini dilakukan secara langsung. Jadi Penjual dan Pembeli akan bertemu sesuai dengan kesepakatan ( bisa juga dengan bantuan perantara kurir ), setelah menerima barang, pembeli membayarkan uang secara tunai kepada pihak Penjual. Pembayaran menggunakan metode ini juga dapat meminimalisir terhadap penipuan secara online.

· Pembayaran lewat Transfer

Pihak pembeli akan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening penjual. setelah membayar, barang baru akan dikirim oleh penjual melalui jasa pengiriman.


Jenis-jenis website e-commerce berdasarkan model bisnisnya:

l Business to Business (B2B)

Website e-commerce B2B melakukan kegiatan transaksi elektronik antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. Website jenis ini umumnya digunakan oleh produsen dan grosir atau grosir dan pengecer. Contoh: bizzy.co.id dan ralali.com.

l Business to Consumer (B2C)

Website e-commerce B2C adalah kebalikan dari B2B. Website jenis ini melakukan kegiatan transaksi online antara produsen atau perusahaan dengan konsumen akhir. Bisnis ini berhubungan langsung dengan konsumen perorangan atau grup dan bukan dengan perusahaan atau bisnis lainnya. Contoh: bhinneka.com dan lazada.co.id.

l Consumer to Consumer (C2C)

Website e-commerce C2C mengusung model bisnis yang melibatkan transaksi antar konsumen. Kedua pihak tidak bertemu secara langsung, namun hanya lewat platform online pihak ketiga. Contoh: tokopedia.com dan bukalapak.com.

l Consumer to Business (C2B)

Website e-commerce C2B adalah kebalikan dari C2C. Website jenis ini melibatkan transaksi dari konsumen ke perusahaan. Konsumen akan menawarkan produk atau jasa kepada perusahaan yang membutuhkannya. Contoh: Google Adsense dan istockphoto.com.

l Business to Administration (B2A)

Website e-commerce B2A mencakup kegiatan transaksi online yang terjadi antara perusahaan dengan administrasi publik. Jenis e-commerce ini melibatkan layanan pemerintah. Contoh: pajak.go.id dan bpjsketenagakerjaan.go.id.

l Consumer to Administration (C2A)

Website e-commerce C2A memiliki model bisnis yang sama dengan B2A. Hanya saja, C2A melibatkan transaksi antara konsumen/individu dengan administrasi publik. Contoh: bpjs- kesehatan.go.id dan pajak.go.id.

l Online to Offline (O2O)

Website e-commerce O2O mengusung model bisnis untuk menarik pelanggan online agar mau berbelanja ke toko fisik. Intinya, konsep ini ingin menghubungkan antara saluran online dengan toko fisik. Contoh: alfacart.com dan mataharimall.com.


KESIMPULAN

E-commerce karena dengan berbelanja online, manusia tidak lagi harus pergi ke pusat perbelanjaan. Sekarang tinggal mengunjungi situs e-commerce, dan berbelanja segala transaksi selesai dan barang sampai di depan pintu rumah.

Dengan kemudahan yang beragam di E-Commerce ini, semua masyarkat dapat melakukan Bisnis e-commerce dan dengan adanya ecommerce ini banyak manfaat yang didapat.

Manfaat E-Commerce

Berikut beberapa mamfaat alasan mengapa e-commerce merupakan pilihan yang menarik bagi para pengusaha :

· Menghemat Waktu

· Pembeli lintas Wilayah

· Mampu meningkatkan market exposure

· Mampu meningkatkan customer loyality

· Mampu meningkatkan supplier management

· Mampu mengurangi biaya operasional(operating cost)

· Dapat mempersingkat waktu produksi

· Selalu Buka

· Manajemen Persediaan Otomatis

· Mempermudah pembayaran karena dapat dilakukan secara online

Dari beberapa aspek E-Commerce memiliki beberapa keuntungan yaitu :

· Prosedur pembelian / penjualan menjadi lebih cepat dan mudah untuk melakukan pencarian barang.

· Membeli / menjual dengan layanan 24 jam (24/7)

· Lebih menjangkau kepada pelanggan.

· Biaya operasional rendah dan kualitas layanan lebih baik.

· Mudah untuk memulai dan mengelola suatu bisnis.

· Pelanggan dapat dengan mudah memilih produk dari penyedia yang berbeda tanpa bergerak secara fisik.

Dari aspek lain E-Commerce juga memiliki beberapa kerugian yaitu :

· Segala jenis penipuan masih banyak tersebar

· Pembeli tidak dapat melihat kondisi fisik pada barang

· Tidak adanya jaminan kualitas produk

· Kehilangan kesempatan bisnis karena ganguan pelayanan seperti listrik yang tiba-tiba padam

· Hacking atau peretasan pada sebuah situs

 


DAFTAR PUSTAKA

Putra, Y. M. (2019). E-Commerce: Pasar Digital dan Barang Digital. Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta.

https://idcloudhost.com/pengertian-e-commerce-dan-contohnya-komponen-jenis-dan-manfaat-e-commerce/ 

https://www.sirclo.com/mengenal-jenis-jenis-website-e-commerce-berdasarkan-model-bisnisnya/ 

https://bbs.binus.ac.id/business-creation/2020/10/jenis-jenis-e-commerce/ 

https://www.jurnal.id/id/blog/jenis-e-commerce-untuk-kembangkan-bisnis/ 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (13)

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (15)

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (14)