SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (9)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Keamanan Informasi Dalam Pemanfatan Teknologi Informasi
Disusun Oleh : Nur Azizah – 43217120170
Dosen Pengampu : Yananto Mihadi Putra, S.E., M.Si., CMA
Abstrak
Keamanan sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumberdaya informasi organisasi dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Institusi/organisasi menerapkan suatu program keamanan sistem yang efektif dengan mengidentifikasi berbagai kelemahan dan kemudian menerapkan perlawanan dan perlindungan yang diperlukan. Keamanan sistem dimaksudkan untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu; kerahasiaan, ketersediaan dan integritas.
System security refers to the protection of all organizational information resources from threats by unauthorized parties. The institution / organization implements an effective system security program by identifying weaknesses and then implementing the necessary resistance and protection. System security is intended to achieve three main objectives, namely; confidentiality, availability and integrity.
PENDAHULUAN
Keamanan informasi ditujukan untuk mendapatkan kerahasiaan, ketersediaan, serta integritas pada semua sumber daya informasi perusahaan bukan hanya peranti keras dan data. Manajemen keamananinformasi terdiri atas perlindungan harian, yang disebut manajemen keamanan informasi (information security managemen) dan persiapan-persiapan operasional setelah suatu bencana, yang disebut dengan manajemen keberlangsungan bisnis (business continuity managemen).
Dua pendekatan dapat dilakukan untuk menysun strategi-strategi ISM: manajemen resiko dan tolok ukur. Perhatian akan ancaman dan risiko berhbungan dengan manajemen resiko.ancaman dapat bersifat internal atau eksternal, tidak disengaja atau disengaja. Risiko dapat mencakup insiden pengungkapan, penggunaan, dan modifikasi yang tidak diotorisasi serta pencurian, penghancuran, dan penolakan layanan. Ancaman yang paling ditakuti adalah virus computer. Ada tiga jenis pengendalian yang tersedia yaitu: pengendalian teknis, pengendalian formal, dan pengendalian informal.
LITERATUR TEORI
Keamanan informasi (information security) digunakan untuk mendeskripsikan perlindungan baik peralatan computer dan non komputer dan non kompter, fasilitas, data, dan informasi dari penyalahgunaan pihak-pihak yang tidak berwenang.
Saat pemerintah dan kalangan industri menyadari kebutuhan untuk mengamankan sumber daya informasi mereka, perhatian nyaris terfokus secara eksklusif pada perlindungan peranti keras dan data, maka istilah keamanan sistem (system security) pun digunakan. Fokus sempit ini kemudian diperluas sehingga mencakup bukan hanya peranti keras dan data, namun juga peranti lunak, fasilitas computer, dan personel.
Manajemen Keamanan Informasi
Manajemen tidak hanya diharapkan untuk menjaga sumber daya informasi aman, namn jga diharapkan untuk menjaga persahaan tersebut agar tetap berfungsi setelah suatu bencana atau jebolnya sistem keamanan. Aktifitas untuk menjaga agar perusahaan dan sumber daya informasi tetap aman disebut Manajemen keamanan informasi.
CIO adalah orang yang tepat untuk memikul tanggung jawab atas keamanan informasi, namun kebanyakan organisasi mulai menunjuk orang tertentu yang dapat mencurahkan perhatian penuh terhadap aktivitas ini. Direktur keamanan sistem informasi perusahaan digunakan untuk individu di dalam organisasi, biasanya anggota dari unit sistem informasi, yang bertanggung jawab atas keamanan sistem informasi perusahaan tersebut. Namun saat ini perubahan sedang dibuat untuk mencapai tingkat informasi yang lebih tinggi lagi di dalam perusahaan dengan cara menunjuk seorang Direktur Assurance informasi perusahaan (CIAO). Seorang CIAO harus mendapatkan serangkaian sertifikat keamanan dan memiliki pengalaman minimum 10 tahun dalam mengelola suatu fasilitas keamanan informasi.
Pada bentuknya yang paling dasar, manajemen keamanan informasi terdiri atas empat tahap yaitu:
1. Mengidentifikasi ancaman yang dapat menyerang sumber daya informasi perusahaan
2. Mengidentifikasi risiko yang dapat disebabkan oleh ancaman-ancaman tersebut
3. Menentukan kebijakan keamanan informasi
4. Mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi risiko-risiko tersebut.
Manajemen Risiko (Risk Management)
Dibuat untuk menggambarkan pendekatan dimana tingkat keamanan sumber daya informasi perusahaan dibandingkan dengan risiko yang dihadapinya.
Tingkat keparahan dampak dapat diklasifikasikan menjadi:
a) dampak yang parah (severe impact) yang membuat perusahaan bangkrut atau sangat membatasi kemampuan perusahaan tersebut untuk berfungsi
b) dampak signifikan (significant impact) yang menyebabkan kerusakan dan biaya yang signifikan, tetapi perusahaan tersebut tetap selamat
c) dampak minor (minor impact) yang menyebabkan kerusakan yang mirip dengan yang terjadi dalam operasional sehari-hari.
Ancaman
Ancaman keamanan sistem informasi adalah orang, organisasi, mekanisme, atau peristiwa yang memiliki potensi untuk membahayakan sumber daya informasi perusahaan.
1. Ancaman Internal
Ancaman internal bukan hanya mencakup karyawan perusahaan, tetapi juga pekerja temporer, konsultan, kontraktor, bahkan mitra bisnis perusahaan tersebut.
2. Ancaman Eksternal
Misalnya perusahaan lain yang memiliki produk yang sama dengan produk perusahaan kita atau disebut juga pesaing usaha.
Jenis- Jenis Ancaman
Malicious software, atau malware terdiri atas program-program lengkap atau segmen-segmen kode yang dapat menyerang suatu system dan melakukan fungsi-fungsi yang tidak diharapkan oleh pemilik system. fungsi-fungsi tersebut dapat menghapus file atau sistem itu berhenti. Terdapat beberapa piranti lunak yang berbahaya yaitu: Virus, worm, Trojan horse, adware, spyware.
Risiko Keamanan Informasi (Information Security Risk)
Didefinisikan sebagai potensi output yang tidak Diharapkan dari pelanggaran keamanan informasi oleh Ancaman keamanan informasi. Semua risiko mewakili tindakan yang tidak terotorisasi. Risiko-risiko seperti ini dibagi menjadi empat jenis yaitu:
1. Interuption: ancaman terhadap availability, yaitu data dan informasi yang berada dalam system computer yang dirusak dan dibuang sehingga menjadi tidak ada atau menjadi tidak berguna.
2. Interception: merupakan ancaman terhadap secrey, yaitu orang yang tidak berhak mendapatkan akses informasi dari dalam system computer.
3. Modification: merupakan ancaman terhadap integritas, yaitu orang yang tidak berhak, tidak hanya berhasil mendapatkan akses, melainkan juga dapat melakukan pengubahan terhadap informasi.
4. Fabrication: adanya orang yang tidak berwenang, meniru atau memalsukan suatu objek ke dalam sistem.
PEMBAHASAN
Keamanan Sistem Informasi
Menurut G. J. Simons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan (cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.
Selain itu keamanan sistem informasi bisa diartikan sebagai kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknis yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program, pencurian, atau kerusakan fisik terhadap sistem informasi. Sistem pengamanan terhadap teknologi informasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatan-peralatan untuk mengamankan perangkat keras dan lunak komputer, jaringan komunikasi, dan data.
Keamanan sistem dimaksudkan untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu; kerahasiaan, ketersediaan dan integritas.
1. Kerahasian. Setiap organisasi berusaha melindungi data dan informasinya dari pengungkapan kepada pihak-pihak yang tidak berwenang. Sistem informasi yang perlu mendapatkan prioritas kerahasian yang tinggi mencakup; sistem informasi eksekutif, sistem informasi kepagawaian (SDM), sistem informasi keuangan, dan sistem informasi pemanfaatan sumberdaya alam.
2. Ketersediaan. Sistem dimaksudkan untuk selalu siap menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya. Tujuan ini penting khususnya bagi sistem yang berorientasi informasi seperti SIM, DSS dan sistem pakar (ES).
3. Integritas. Semua sistem dan subsistem yang dibangun harus mampu memberikan gambaran yang lengkap dan akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gagalnya membangun SIM, antara lain :
1. Kurang organisasi yang wajar
2. Kurangnya perencanaan yang memadai
3. Kurang personil yang handal
4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
Kemampuan teknis sistem komputer :
1. Pemrosesan data batch
2. Pemrosesan data tunggal
3. Pemrosesan on-line, real time
4. Komunikasi data dan switching pesan
5. Pemasukan data jarak jauh dan up date file
6. Pencarian records dan analisis
7. Pencarian file
8. Algoritme dan model keputusan
9. Otomatisasi kantor.
Ada beberapa pengendalian sistem informasi
1. Pengendalian Teknis
Adalah pengendalian yang menjadi satu di dalam system dan dibuat oleh para penyususn system selama masa siklus penyusunan system.
2. Pengendalian Kriptografis
Merupakan penggunaan kode yang menggunakan proses-proses matematika. Meningkatkan keamanan data dengan cara menyamarkan data dalam bentuk yang tidak dapat dibaca. Berfungsi untuk melindungi data dan informasi yang tersimpan dan ditransmisikan, dari pengungkapan yang tidak terotorisasi
3. Pengendalian Fisik
Peringatan yang pertama terhadap gangguan yang tidak terotorisasi adalah mengunci pintu ruangan computer.Perkembangan seterusnya menghasilkan kunci-kunci yang lebih canggih, yang dibuka dengan cetakan telapak tangan dan cetakan suara, serta kamera pengintai dan alat penjaga keamanan.
4. Pengendalian Formal
Pengendalian formal mencakup penentuan cara berperilaku,dokumentasi prosedur dan praktik yang diharapkan, dan pengawasan serta pencegahan perilaku yang berbeda dari panduan yang berlaku. Pengendalian ini bersifat formal karena manajemen menghabiskan banyak waktu untuk menyusunnya, mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan, dan diharapkan untuk berlaku dalam jangka panjang.
5. Pengendalian Informal
Pengendalian informal mencakup program-program pelatihan dan edukasi serta program pembangunan manajemen.Pengendalian ini ditunjukan untuk menjaga agar para karyawan perusahaan memahami serta mendukung program keamanan tersebut
KESIMPULAN
Keamanan sistem informasi adalah perlindungan yang dilakukan untuk melindungi informasi yang dimiliki oleh seseorang/instansi/perusahaan. Banyak hal didapat dari keamanan sistem informasi.
Keamanan sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumberdaya informasi organisasi dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Keamanan informasi ditujukan untuk mendapatkan kerahasiaan, ketersediaan, serta integritas pada semua sumber daya informasi perusahaan bukan hanya peranti keras dan data.
Jadi akan semakin baik jika sebuah informasi yang diletakan di situs digital diberikan keamanan dan perlindungan agar informasi tersebut tidak akan bocor dan tidak akan disalahgunakan oleh orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
http://kismawadi.blogspot.com/2009/01/tujuan-keamanan-sistem-informasi.html
Putra, Y. M., (2018). Informasi dalam Praktik. Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta.
http://dahlanrais.blogspot.com/2015/05/keamanan-informasi-pada-sistem.html
Komentar
Posting Komentar